SAMPAH ANTARIKSA
SPELDA Sampah Antariksa Akan Jatuh di Papua Hari Ini. Dunia sedang terkonsentrasi mengamati perkembangan satelit ROSAT milik Jerman
yang diperkirakan akan jatuh kembali ke Bumi sekitar bulan ini.
Ternyata ada sampah antariksa lain yang harus diperhatikan, sampah
antariksa ini diperkirakan akan jatuh di Indonesia pada hari ini.
Diketahui nama sampah satelit yang akan jatuh di Indonesia adalah
SPELDA.
Apa itu SPELDA? SPELDA adalah dudukan satelit di bekas roket Ariane milik Perancis.
Mengenai
perkiraan akan jatuhnya sampah antariksa SPELDA di Indonesia tepatnya
di PAPUA datang dari Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi
Kedirgantaraan LAPAN, Thomas Djamaluddin.
Thomas Djamaluddin
mengatakan, bahwa SPELDA yang merupakan bekas dudukan roket Ariane milik
Perancis ini mempunyai potensi jatuh di wilayah Indonesia.
“Perkiraannya selalu berubah. Tapi perkiraan terakhir SPELDA jatuh besok, sekitar pukul 09.00. Jatuhnya diduga di dekat Papua,” kata Thomas Djamaluddin pada hari Jumat kemarin.
LAPAN juga memprediksi SPELDA akan jatuh di sekitar lautan di wilayah Pasifik. “Secara umum, memang bahaya kalau sampah antariksa ini jatuh di pemukiman, tapi kami memprediksi di lautan,” ucap Thomas.
Lantas
apakah Sampah Antariksa SPELDA yang diperkirakan akan jatuh di Papua
terus dipantau oleh pihak LAPAN? Mengenai hal tersebut Thomas menjawab
LAPAN akan terus memantau.
“Terutama di saat-saat kritis. Ketika benda antariksa ada di ketinggian 200 kilometer dan mulai memasuki atmosfer padat,” ungkap beliau.
Selain itu juga, Thomas membeberkan bahwa perhitungan prediksi jatuhnya sampah antariksa memang selalu berubah.
Sebelumnya
Sampah Antariksa SPELDA yang diperkirakan akan jatuh di Indonesia
tepatnya di Papua diprediksi jatuh hari ini di wilayah barat Indonesia.
Namun, perkiraan jatuhnya kini semakin bergeser ke arah Timur.
Walaupun
banyak para ahli telah menyatakan sangat kecil potensi sampah antariksa
terutama Satelit yang jatuh ke Bumi menimpa pemukiman penduduk tetap
saja kita harus waspada.
Karena walau kecil kemungkinan untuk melukai orang tetap ada, seperti yang sudah pernah di ulas sebelumnya dengan persentase.
Ya kita berharap dan berdoa saja semoga sampah antariksa SPELDA yang diperkirakan jatuh di Papua, Indonesia,
jatuhnya tidak di pemukiman penduduk, melainkan jatuh di lautan seperti
yang sudah diprediksi. Dan perlu di ingatkan kembali, bahwa peneliti
dunia telah memprediksi.






0 komentar:
Posting Komentar